Kamis, 14 Oktober 2010

Thanx GOD.. Thanx LOVE..

Thanx God, kata-kata ini selalu gue ucapkan dalam hati atau doa gue. Terkesan sok religius, tapi gue memang mau membina ikatan yang intim sama Tuhan Yesus ku yang selalu menyirami gue dengan berkat dan mendewasakan gue dengan segala hal yang dia rencanakan dalam hidup gue. Entah kejadian baik atau buruk, Thanx God karena gue percaya semua indah pada waktunya..

Tentunya hidup gue ga mulus-mulus amet hingga gue terkesan selalu mensyukuri apa yang gue jalani. Selayaknya manusia, hidup gue juga dipenuhi berbagai cerita-cerita drama kehidupan yang tidak menyenangkan. Namun, justru semua kejadian-kejadian yang membuat gue terpuruk justru membuat gue membangun pondasi iman gue untuk semakin kokoh. Sesuai judul blog gue ini "Thanx God, Thanx Love" gue berbagi masalah yang pasti umumnya dialami semua orang, bahkan mungkin buat teman-teman sebaya gue ada beberapa mengalami hal yang sama, yes true about my Love story..

Untuk perempuan seusia gue (21 tahun), gue sudah cukup banyak mengenal dan mencicipi pahit manis cinta. Entah ini anugerah atau musibah, banyak laki-laki silih berganti mencoba untuk masuk dalam "my love story". Dari cowok yang baik-baik, cowok yang religius, cowok yang sok ganteng (sumpah ini yang paling ga banget), cowok yang sok tajir, cowok yang asli tajir tujuh turunan, cowok yang jerk, cowok tukang TP kanan kiri alias tebar pesona, cowok perhatian, sampe cowok cuek dan berbagai macam makhluk cowok ajaib lainnya, hehehhe.

Gue pernah pacaran empat kali (my past), pedekate-pedekate pernah beberapa kali tapi ga jadi akibat ilfeel tak terbendung, hahahha. cowok pertama pas SMP, gue sebut dia si A. Pacaran kali ini yang gue sebut cinta monyet..malu-malu kucing. Love story gue berakhir dengan doi ketika gue menemukan doi deket sama sohib gue sendiri, ngakunya cc-dd, OMG! Saat itu gue ga begitu ambil pusing hubungan gue yang berakhir setelah 9 bulan, akhirnya beranak juga diperpisahan. Setelah itu gue putus dan kenal sama cinta pertama gue (uhuyyy).. Hubungan gue ga lanjut karena harus pindah.. than I met someone, temannya pelatih basket gue. pacaran sama doi 3thn, tp ga mulus karena banyak ga cocok dan ga cocok sama mamanya. waktu itu cukup berat juga karena uda terbiasa sama-sama ngapain aja. sekali lagi gue patah hati. yang ketiga ini yang paling males gue ingat-ingat sebenarnya. This is the worst story to remember. Hubungan kita sebenernya baik-baik aja, seiman, sepemikiran, cocok lah.. udah deket sama keluarga gue dan hebatnya uda siap ngelamar gue. cling cling..cincin bermata uda di jari gue, walaupun belum resmi lamaran, dan gue inget gbanget saat-saat terburuk gue di McD. Gue memutuskan untuk mengakhiri hubungan gue sama doi, bukan karena gue gegabah, tapi keputusan gue ini pasti juga akan dilakukan para wanita lain. Ternyata doi sudah ada yang punya boo, walaupun ngakunya dijodohin (memang keluarganya cukup seperti ala ala Tao Ming Tse) dan milih gue, tapi gue paling anti sama yang namanya bohong. Oke saat itu mata gue ga kalah sama mata panda ditimpuk bola ping pong, badan gue langsung langsingan, muka kusut dan sangat luar biasa semua terjdi saat gue UAS. Setelah itu gue melewati hari-hari gue dengan mormal lagi, gue sibukin diri SPG an, hang out sama sahabat-sahabat gue yang sangat mendukung gue (Agnes n Ica) dan membangun hubungan gue dengan Tuhan untuk lebih intim. Saat itulah gue ketemu lagi sama cinta pertama gue itu. Berhubung kita dekat di gereja dan sama-sama aktif di kegiatan gereja, jadilah cinlok lagi. Tetapi ternyata semua tak seindah dulu, doi yang dulu belum bekerja sekarang menjadi manusia gila kerja yang waktunya lebih sibuk dibanding Batman yang sibuk nyelamatin dunia sekalipun. Sibuk, cuek, dll penyakit yang masih bisa gue tangani karena cukup bisa ditoleransi. Tetapi doi punya penyakit kritis yang ga bisa gue tangani karena gue bukan pakar penyakit tersebut dan gue menyerah. Penyakit inget mantan benar-benar membuat gue "enough".

Akhirnya gue merasa cape dilanda broken heart, dan gue berkata siap sendiri tanpa lelaki.hahah. gue sangat menikmati kehidupan gue bersama teman-teman gue, pekerjaan gue, kuliah gue. sambil terus berdoa sama Tuhan dan percaya that He planned the best for me. sampai suatu hari gue bertemu sama cowok gue yang sekarang. Cowok dari dunia asing yang dipertemukan dengan cara unik. ada salah satu dosen gue, Mr. Arnold namanya yang berkata bahwa berdoalah dan Tuhan akan memberikan kita pasangan sejati kita. dan ketika kita menemukannya, kita akan merasakan kemantapan dan keyakinan akan itu. Dan semua itu gue rasakan saat ini, tanpa pernah gue rasakan sebelumnya. rasanya pantas gue nyanyi lagu Cinta Laura "Guardian Angel" buat dia.. for me, He is THE BEST for me.. Biasa gue sebut doi bun2, hunny, hub, Mr.Anderson.. Sama doi gue merasakan hubungan yang apa adanya dan tulus, kesetiaan, kejujuran, keterbukaan, perhatian.. gue menjadi diri gue apa adanya seutuhnya bersama doi..

balik lagi ke judul tulisan gue, semua yang terjadi di buku Love story gue, gue syukurin banget.. walaupun banyak yang ga baik dan menyedihkan bahkan membuat gue terkesan drop, tapi bersama Tuhan gue merasa kuat, karena gue ga sendiri..dia selalu menyertai gue.. thanx Love karena ngajarin gue berbagai hal dan memberi pelajaran berharga dalam hidup gue mengenai kehidupan. Now, i just want to say : Thanx God because you Love me and give me Love from the people surround me :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar